
kalimatnya.com, Shemmy, seorang aktivis pendidikan, mengungkapkan bahwa kasus kekerasan dan perundungan di sekolah ibarat gunung es; apa yang terlihat hanya sebagian kecil dari masalah yang sebenarnya terjadi di lapangan.
Shemmy menekankan bahwa kekerasan di sekolah tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mencakup kekerasan verbal dan emosional yang sering kali tidak disadari oleh banyak orang. “Ini bukan hanya masalah hukum semata, tetapi juga mencerminkan adanya kekurangan dalam pendidikan moral dan budi pekerti sejak dini,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa banyak tindakan kekerasan atau perundungan yang terjadi di kalangan pelajar bisa dihindari jika anak-anak diajarkan untuk menghargai perbedaan, berempati, dan mengelola emosi mereka dengan baik sejak usia dini.
Dalam konteks ini, Shemmy menyoroti peran orang tua yang sangat penting. Menurutnya, orang tua memiliki tanggung jawab untuk memberikan contoh sikap yang penuh kasih sayang dan menghormati orang lain. Mereka juga harus membimbing anak-anak dalam memahami pentingnya menghargai diri sendiri dan orang lain. “Jika kita ingin mengurangi kekerasan di sekolah, kita harus mulai dari rumah,” tegasnya.
Forum tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk pendidik, psikolog, dan orang tua, yang semua sepakat bahwa kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi anak-anak.(adv)




No Responses