
kalimatnya/com, Kaltim – Yenni Eviliana, anggota DPRD Kalimantan Timur, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan isu-isu hak-hak perempuan di lembaga legislatif, meski jumlah perempuan di DPRD Kaltim hanya delapan orang dari total 55 anggota. Ia percaya bahwa meskipun jumlah keterwakilan perempuan dalam politik masih terbilang sedikit, keberadaan mereka sangat penting untuk memastikan bahwa suara perempuan didengar dan hak-hak mereka terlindungi.
Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Yenni mengungkapkan bahwa, meskipun jumlah perempuan di DPRD Kaltim tidak banyak, ia bersama dengan rekan sesama perempuan, Ananda Emira Moeis, yang juga duduk di kursi pimpinan, bertekad untuk memperkuat representasi perempuan dalam pengambilan keputusan politik. “Sebagai perempuan, kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan isu-isu yang menyentuh kehidupan perempuan di tingkat dasar mendapat perhatian yang lebih besar dalam setiap kebijakan yang dihasilkan,” ujarnya.
Menurut Yenni, perspektif perempuan dalam proses pembuatan kebijakan sangat diperlukan, terutama dalam mengatasi berbagai masalah yang sering kali terabaikan, seperti kekerasan terhadap perempuan, diskriminasi gender, dan kesenjangan akses terhadap layanan publik. Ia menegaskan bahwa keberadaan perempuan di posisi-posisi strategis, seperti pimpinan DPRD, dapat membawa perubahan signifikan dalam cara pandang dan pembuatan keputusan, sehingga kebijakan yang dihasilkan lebih berimbang dan tidak bias gender.
Lebih lanjut, Yenni menyoroti beberapa isu krusial yang saat ini masih belum mendapatkan perhatian cukup di level legislatif, seperti hak perempuan untuk mendapatkan cuti hamil, akses terhadap layanan kesehatan setelah melahirkan, dan pemulihan bagi perempuan yang menjadi korban kekerasan.(adv)




No Responses