
Related Posts
Afif Rayhan Incar Posisi Komisi III DPRD Kaltim untuk Awasi Infrastruktur di Samarinda
Hasanuddin Mas’ud Dorong Partisipasi Masyarakat Lokal dalam Proyek IKN
Darlis Pattalongi Fokuskan Prioritas pada Pendidikan untuk Kemajuan Kaltim
Muhammad Samsun Soroti Pencemaran Sungai Akibat Limbah Batu Bara di Benua Etam
Norhayati Usman Hadir Dalam : Mahakam Korpri Run 5K Meriahkan Hari Korpri Ke-53 dengan Peserta Ribuan Orang di Kalimantan Timur
kalimatnya.com – Anggota DPRD Kaltim, Sukmawati, yang mewakili Ketua DPRD Kaltim dan Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, hadir dalam Rapat Koordinasi Daerah Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Rakorda PPPA) se-Kalimantan Timur. Inisiatif ini diluncurkan oleh Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kaltim. Rapat ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, Sekda Kabupaten PPU Tohar, serta perwakilan dari Kementerian PPPA dan instansi terkait lainnya.
Sukmawati menyampaikan apresiasi terhadap rakor ini, berharap pertemuan tersebut menjadi landasan kokoh untuk membangun komitmen bersama dalam mencapai sasaran program kerja terkait. Dia menekankan pentingnya sinergi antarpihak dalam mewujudkan pelaksanaan yang harmonis, sinkron, dan terintegrasi di bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Sri Wahyuni, Sekda Provinsi Kaltim, menyoroti isu-isu penting dalam intervensi pemberdayaan perempuan, termasuk perempuan sebagai kepala keluarga, perempuan penyintas kekerasan, dan perempuan kelompok pekerja rentan. Dukungan dan intervensi yang tepat dari DKP3A dianggapnya krusial dalam mengatasi masalah-masalah tersebut.
Kepala DKP3A Kaltim, Noryani Sorayalita, menjelaskan bahwa tema Rakorda PPPA se-Kaltim 2024 adalah “Peningkatan Pemberdayaan Perempuan dalam Kewirausahaan”. Hal ini bertujuan untuk mengangkat isu pemberdayaan perempuan melalui kelompok perempuan kepala keluarga, terutama yang memiliki usaha. Rakorda menghadirkan narasumber dari berbagai instansi terkait untuk memberikan pemahaman dan solusi terhadap masalah-masalah yang dihadapi oleh perempuan dalam sektor ekonomi.
Rakor PPPA ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang mendukung upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Kalimantan Timur, serta memastikan bahwa target-target yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan baik.(adv)




No Responses