
kalimatnya.com, Pendataan yang tidak akurat dalam penyaluran subsidi gas LPG bersubsidi kembali menjadi sorotan, terutama oleh Sapto Setyo Pramono, seorang pengamat kebijakan sosial. Dalam wawancaranya, Sapto menekankan bahwa ketidakjelasan mengenai siapa yang berhak menerima bantuan ini menjadi masalah utama yang berpotensi menciptakan ketidakadilan dalam distribusi subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat ekonomi rendah.
Sapto mengungkapkan bahwa dampak dari ketidakakuratan pendataan ini sangat serius. Banyak keluarga yang seharusnya tidak menerima subsidi, terutama mereka yang memiliki status ekonomi menengah ke atas, justru tercatat sebagai penerima. “Hal ini sangat merugikan, karena anggaran negara yang seharusnya digunakan untuk membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan, malah digunakan untuk memberikan subsidi kepada mereka yang tidak layak,” ujarnya.
Kritik ini muncul seiring dengan banyaknya laporan yang menunjukkan bahwa program subsidi LPG sering kali tidak tepat sasaran. Sapto menambahkan bahwa masalah ini tidak hanya terjadi pada subsidi gas LPG, tetapi juga pada program bantuan sosial lainnya, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan dana hibah pemerintah. “Ketidakjelasan dan ketidaktepatan dalam pendataan penerima bantuan sosial ini menyebabkan banyak keluarga yang seharusnya menerima bantuan justru tidak mendapatkan hak mereka,” tegas Sapto.
Dengan kondisi ini, Sapto mengajak pemerintah untuk segera memperbaiki sistem pendataan dan memastikan bahwa bantuan sosial benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.(adv)




No Responses