
kalimatnya.com, Sayid Muziburrachman, kembali menggelar kegiatan reses ke-10 di Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, pada hari Rabu, Kegiatan reses yang rutin diadakan oleh anggota DPRD Kota Samarinda ini dihadiri oleh ratusan warga yang antusias menyampaikan berbagai aspirasi dan keluhan mereka terkait berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan sekitar.
Dalam reses kali ini, warga Sempaja Selatan mengungkapkan sejumlah isu yang menjadi perhatian utama mereka. Salah satu topik yang mencuat dalam sesi tanya jawab adalah kondisi infrastruktur yang masih sangat terbatas, terutama masalah akses jalan yang kurang memadai dan penerangan lampu jalan yang belum merata di beberapa titik.
Namun, hal yang paling mengejutkan bagi Sayid Muziburrachman adalah keluhan yang berhubungan dengan fasilitas air bersih, yang hingga saat ini masih belum dapat dinikmati oleh sebagian besar warga Sempaja Selatan. Menurutnya, sejak tahun 1980-an, warga di kawasan ini tidak pernah mendapatkan pasokan air bersih yang layak, meskipun lokasi kelurahan ini berada di pusat kota Samarinda.
“Sungguh miris, ini adalah kelurahan yang terletak di pusat kota, namun masih ada warga yang harus mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses air bersih. Sejak tahun 80-an, mereka belum pernah menikmati fasilitas air bersih dengan standar yang layak. Ini menjadi pekerjaan rumah yang sangat besar bagi kita semua, baik untuk pemerintah kota maupun PDAM,” ujar Sayid Muziburrachman dengan nada serius.
Sayid menambahkan, bahwa selama ini masyarakat Sempaja Selatan harus mengandalkan sumur bor atau membeli air dari pengepul air tangki untuk kebutuhan sehari-hari. Menurutnya, kondisi ini tidak dapat dibiarkan berlarut-larut karena jelas berdampak pada kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam hal kesehatan dan kebersihan.
“Jika kita bicara tentang kualitas hidup, akses air bersih adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditawar.(adv)




No Responses